KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pada akhir Januari 2020, dilaporkan terdapat hampir 10.000 kasus virus corona dan lebih dari 200 orang meninggal dunia. Tidak ada satu pun dari kasus-kasus itu yang berada di luar China.

Sejak saat itu, dunia, juga hidup kita, telah banyak berubah. Jadi, bagaimana kabar umat manusia dalam pertarungan sengit melawan virus corona? Kasus baru virus corona (Covid-19) di Indonesia kembali meningkat di atas four.000 orang dalam sehari, di tengah kekhawatiran fasilitas medis yang terbatas.

Berdasarkan information Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terdapat four.002 pasien baru pada Selasa (29/9/2020). Hasil positif tersebut ditemukan dari 37.158 spesimen yang selesai diperiksa pada kemarin dan sehari sebelumnya.

Pada hari yang sama terdapat 3.567 pasien sembuh sehingga secara akumulasi menjadi 210.437 orang. Sementara itu, kasus kematian bertambah 128 orang sehingga totalnya menjadi 10.601 orang.

Hingga hari ini pandemi Covid-19 telah menginfeksi 497 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia. Pemerintah juga masih memantau 132.496 orang yang berstatus suspek Covid-19.

Menanti Vaksin dan Akhir Pandemi

Dikutip dari laman resmi WHO, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan soal fakta pahit dari perlombaan penemuan vaksin Covid-19. Tak ada jaminan vaksin yang dikembangkan akan berhasil dan hidup kembali normal seperti dulu.

“Kami tidak memiliki jaminan bahwa setiap vaksin yang dikembangkan sekarang akan berhasil,” kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Kamis (24/9/2020). Namun Tedros Adhanom menambahkan semakin banyak kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan dan diuji semakin besar peluang penemuan vaksin yang aman dan manjur.

Berdasarkan knowledge WHO ada 200 kandidat vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan di seluruh dunia. Sebagian sudah memasuki uji klinis yang disuntikkan ke manusia, dan segelintir yang memasuki uji tahap akhir.

“Jalan tercepat untuk mengakhiri pandemi dan mempercepat pemulihan ekonomi global adalah memastikan beberapa orang divaksinasi di semua negara, tidak semua orang di beberapa negara,” kata Kepala WHO itu.

Vaksin Buatan Indonesia

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi mengungkapkan sejumlah replace terkini perihal vaksin Covid-19. Hal itu disampaikan Retno dalam keterangan pers selepas mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (28/9/2020).

“Sebagaimana disinggung sepintas, intinya kami ingin menambahkan beberapa hal, yaitu proses persiapan pemberian vaksin yang tepat waktu terus dilakukan secara seksama dan hati-hati,” kata Retno Marsudi.

Terkait uji klinis fase III vaksin Sinovac, Retno mengaku baru melakukan rapat dengan Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, yaitu Prof Kusnadi Rusmil.

“Kami memperoleh informasi bahwa laporan yang diterima sampai saat ini uji klinis berjalan dengan lancar dan tidak memperoleh efek yang berat. Jadi intinya dapat berjalan dengan lancar dan sejauh ini hasilnya baik,” kata Retno.

Sementara itu dikutip dari laporan VOA Indonesia, Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh jajarannya untuk melakukan perencanaan vaksinasi Covid-19 yang element dalam kurun waktu dua minggu saja. Menurutnya, dibutuhkan rencana yang matang untuk mempermudah program vaksinasi.

“Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang element, kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama,” ungkap Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2020).

Tiga Skenario Dunia Bebas dari Pandemi Corona, Paling Lambat Dikutip dari laman Mckinsey, sebuah perusahaan konsultan manajemen multinasional. McKinsey membuat tiga skenario dalam menentukan kapan pandemi Covid-19 berakhir di Amerika. Berakhirnya pandemi akan tergantung dari keandalan vaksin dan dampaknya terhadap pembentukan kekebalan di masyarakat atau herd immunity. Berakhirnya pandemi akan tergantung dari keandalan vaksin dan dampaknya terhadap pembentukan kekebalan di masyarakat atau herd immunity.

Skenario pertama, bila vaksin mulai disitribusikan pada kuartal pertama 2021 dan vaksin ini terbukti ampuh dan aman menangkal virus. Selain itu proses distribusi dan administrasi vaksin pun berjalan dengan cepat. Dengan perkiraan itu, maka pada kuartal kedua 2021 mulai terbentuk herd immunity dan kasus corona menjadi melandai dan terus mendekati angka nol pada 2023.

Skenario kedua, bila vaksin yang didistribusikan pada awal 2021 mengalami masalah distribusi dan adopsi yang lambat. Dengan asusmsi penyebaran vaksin membutuhkan waktu enam bulan, akhir epidemiologis dari pandemi mulai kuartal keempat 2021.

Skenario terburuk, jika efektivitas vaksin yang rendah atau mengalami masalah kemanjuran dan keamanan serta kekebalan alami yang terbentuk hanya dalam durasi yang singkat. Maka, herd immunity kemungkinan akan terbentuk setelah 2022 dan Amerika Serikat masih akan terus memerangi corona pada 2023.

Infografis: kanalkalimantan/andy

Melihat knowledge analisa dan prediksi Mckinsey tersebut sungguh ini adalah sebuah jalan panjang menuju akhir pandemi covid-19. Sebuah catatan dari redaksi kanalkalimantan.com, “siapa pun kita, entah terjangkit virus covid-19 ataupun tidak kita adalah korban. Pada nanti saat semua ini berakhir kita adalah penyintas yang telah mampu bertahan dan keluar dari satu badai besar dalam hidup manusia. (kanalkalimantan.com/andy)

Reporter: Andy
Editor : Bie