Nyatanya, tanaman terestrial (hidup di tanah) dapat tumbuh hanya dengan mengandalkan akarnya yang terpapar cairan bergizi, atau akarnya dapat secara fisik didukung oleh media lembam seperti perlit, kerikil, atau substrat lainnya.

Nutrisi yang digunakan dalam sistem hidroponik dapat berasal dari berbagai sumber yang berbeda, termasuk (tetapi tidak terbatas pada) kotoran ikan, kotoran bebek, pupuk kimia, atau solusi nutrisi buatan.

Tertarik untuk membangun hidroponik di rumah karena minimnya tempat untuk menanam? Tenang, temukan cara paling tepat untuk membuat hidroponik sendiri pada ulasan di bawah ini. Yuk, simak langsung!

1. Metode Kratky

Metode Kratky tidak diragukan lagi jadi salah satu pembuatan hidroponik termudah yang dapat Anda mulai sendiri dalam waktu beberapa jam.

Cara ini sangat bagus untuk dicoba siapa saja yang baru memasuki dunia hidroponik. Yang Anda butuhkan adalah ember, beberapa media tanam (seperti hidroton, perlit), beberapa pot bersih, nutrisi hidroponik, dan package pH.

Alat dan bahan tadi semuanya diperlukan untuk mengatur sistem pasif (Anda tidak membutuhkan aliran listrik). Karena metode ini dapat berjalan secara otomatis selama berminggu-minggu tanpa pemeliharaan sama sekali.

Anda bisa menanam sayuran hijau seperti selada dan bayam, atau menanam buah-buahan seperti tomat setelah Anda sudah mulai terbiasa dan punya pengalaman.

2. Sistem Hidroponik Sederhana Pakai Ember

Ini adalah pengaturan hidroponik sederhana lainnya untuk pemula. Yang Anda butuhkan adalah ember 5 galon, beberapa media tanam seperti sabut kelapa atau perlite-vermiculite, dan campuran nutrisi.

Setup bekerja dengan menggunakan media tanam untuk membuat aksi kapiler, yang memindahkan nutrisi ke akar tanaman.

Jika Anda tetap ingin menjaga hal-hal dasar seperti menanam tanaman di tanah, Anda dapat menyirami sistem secara handbook.

Untuk sistem otomatis, Anda perlu ember lain untuk reservoir, pompa submersible, dan timer guna penyiraman otomatis.

Baca Juga : 9 Tips Jitu untuk Merawat Tanaman Sukulen

three. Sistem Ember Tetes

Gunakan empat wadah yang semuanya diberi makan oleh reservoir umum yang ditempatkan di satu ember besar (bagian pusatnya). Sistem ini adalah pengaturan yang sangat fleksibel dan dapat diperluas penggunaannya menjadi beberapa wadah

Anda dapat mengubah ukuran wadah, tergantung pada ukuran tanaman yang mau Anda tanam. Anda bisa menggunakan 4 ember berukuran galon besar atau wadah yang lebih kecil.

Ingatlah untuk membeli reservoir yang lebih besar jika Anda ingin menambahkan lebih banyak tanaman ke dalamnya.

four. Hidroponik Aquarium

Ini adalah proyek yang sangat keren untuk membuat Anda semakin mencintai dunia hidroponik.

Hidroponik aquarium juga merupakan cara yang bagus untuk membuat anak-anak Anda ketagihan dan ikut menyukai sistem menanam tanaman yang satu ini.

Seperti namanya, Anda akan membutuhkan tangki akuarium untuk membuatnya bekerja. Sistem ini dapat digunakan untuk menanam kacang kecil atau bahkan selada berukuran besar.

Bahan-bahan lain yang dibutuhkan adalah nutrisi, air, dan tanaman, Anda akan membutuhkan rakit yang terbuat dari busa.

Sistem ini bisa bekerja pasif atau aktif, artinya bisa menggunakan pompa atau listrik.

Baca Juga : 8 Tanaman yang Bisa Berguna Sebagai Obat Alami

5. Sistem Hidroponik PVC NFT

Pipa PVC four inci besar dapat digunakan untuk membuat sistem hidroponik buatan rumah Anda. Dalam cara ini, tanaman ditempatkan ke dalam lubang yang pembuatannya adalah dengan mengebor ke dalam pipa.

Sistem disiram menggunakan reservoir dan pompa. Ini adalah sistem tertutup, dengan air yang bersirkulasi di antara pipa dan reservoir.

Cara ini sangat best untuk menanam banyak tanaman di area kecil. Sistem mendasarnya saja dapat menampung hingga tanaman.

Sistem ini dapat ditempatkan di dalam atau di luar ruangan. Jika Anda mau menerapkannya di dalam ruangan, tentu saja Anda membutuhkan penerangan yang memadai.

Metode hidroponik ini biasa juga disebut NFT dan jadi rencana yang bagus untuk menanam tanaman seperti tomat.

6. Hidroponik Vertikal

Konsep unik yang satu ini bisa menjawab masalah pencahayaan sambil menciptakan tampilan jendela yang menarik untuk dilihat dari luar.

Rencana tersebut melibatkan penggunaan wadah untuk menahan tanaman dalam pengaturan rak vertikal. Botol air daur ulang menjadi jawaban yang sempurna untuk menerapkan metode vertikal ini.

Gunakan sistem pipa atau tabung untuk membawa nutrisi dari reservoir ke tanaman. Pencahayaan tentu saja disediakan secara alami oleh sinar matahari. Hidropinik vertikal memang cocok digunakan untuk menanam berbagai macam tumbuhan seperti kangkung, stroberi, dan lain sebagainya.

Nah, itulah cara atau metode untuk menanam tanaman dengan sistem hidroponik. Sudah siap mencoba membuatnya di rumah?