Manfaat Study Tour bagi Siswa: Benar-Benar Edukatif atau Sekadar Jalan-Jalan?

By | 3 February 2026
manfaat study tour bagi siswa

Sejak bertahun-tahun lalu hingga sekarang, study tour masih menjadi salah satu kegiatan favorit yang rutin diadakan oleh sekolah. Konsepnya sederhana: belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga keluar kota untuk mengunjungi museum, tempat bersejarah, pusat edukasi, hingga lokasi budaya. Namun, di balik antusiasme siswa, sering muncul pertanyaan dari orang tua dan masyarakat: apakah study tour benar-benar bermanfaat, atau hanya sekadar ajang jalan-jalan?

Untuk menjawab pertanyaan ini secara adil, kita perlu melihat study tour dari dua sisi: tujuan idealnya dan pelaksanaannya di lapangan.

Apa Itu Study Tour dan Tujuan Awalnya?

Study tour pada dasarnya adalah kegiatan pembelajaran di luar sekolah yang dirancang agar siswa mendapatkan pengalaman langsung dari objek yang dipelajari. Berbeda dengan rekreasi biasa, study tour memiliki tujuan edukatif, seperti:

  • Mengenal sejarah secara nyata
  • Memahami budaya dan lingkungan
  • Melihat langsung proses atau peninggalan yang sebelumnya hanya dipelajari lewat buku

Dengan kata lain, study tour lahir dari prinsip bahwa belajar akan lebih bermakna jika dialami langsung, bukan hanya dibaca atau didengar.

Manfaat Study Tour bagi Siswa Jika Dilaksanakan dengan Benar

1. Pembelajaran Menjadi Lebih Nyata dan Mudah Dipahami

Saat siswa mengunjungi museum atau tempat bersejarah, mereka tidak lagi membayangkan dari teks buku. Mereka melihat langsung benda, lokasi, dan konteks sejarahnya. Hal ini membuat materi pelajaran:

  • Lebih mudah dipahami
  • Lebih diingat dalam jangka panjang
  • Tidak terasa membosankan

Banyak siswa mengaku baru benar-benar “paham” sejarah setelah melihat langsung peninggalannya.

2. Melatih Kemandirian dan Tanggung Jawab

Study tour biasanya membuat siswa:

  • Mengatur barang pribadi
  • Mengelola waktu
  • Menjaga sikap di tempat umum

Tanpa disadari, ini melatih kemandirian dan kedewasaan, terutama bagi siswa yang jarang bepergian jauh tanpa orang tua.

3. Mengembangkan Kemampuan Sosial

Selama study tour, siswa berinteraksi lebih intens dengan:

  • Teman sekelas
  • Guru
  • Lingkungan baru

Ini membantu siswa:

  • Belajar bekerja sama
  • Menghargai perbedaan
  • Beradaptasi dengan situasi baru

Bagi siswa yang pendiam atau kurang percaya diri, study tour sering menjadi momen untuk lebih terbuka.

4. Menumbuhkan Rasa Cinta Budaya dan Sejarah

Mengunjungi tempat bersejarah secara langsung dapat menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian terhadap warisan bangsa. Siswa jadi sadar bahwa sejarah bukan sekadar pelajaran hafalan, tetapi bagian dari identitas dan perjalanan bangsa.

Lalu, Kenapa Study Tour Sering Dianggap Hanya Jalan-Jalan?

Pandangan ini tidak sepenuhnya salah. Dalam beberapa kasus, study tour kehilangan nilai edukatifnya karena:

1. Tidak Ada Pendampingan Materi yang Jelas

Jika siswa hanya datang, berfoto, lalu pulang tanpa penjelasan atau tugas edukatif, maka wajar jika study tour terasa seperti wisata biasa.

2. Tujuan Lebih Banyak Tempat Hiburan

Ketika destinasi lebih dominan ke mall, wahana bermain, atau tempat rekreasi tanpa unsur pembelajaran, esensi study tour menjadi kabur.

3. Tidak Ada Tindak Lanjut Setelah Kegiatan

Study tour yang baik seharusnya diikuti dengan:

  • Laporan
  • Diskusi
  • Presentasi
  • Refleksi

Tanpa ini, pengalaman belajar mudah terlupakan.

Jadi, Study Tour Itu Bermanfaat atau Tidak?

Jawabannya: bisa sangat bermanfaat, bisa juga tidak — tergantung bagaimana study tour dirancang dan dijalankan.

Study tour bukan otomatis edukatif, tetapi bisa menjadi sarana belajar yang sangat efektif jika:

  • Tujuannya jelas
  • Destinasinya relevan dengan pelajaran
  • Ada pembimbingan selama kegiatan
  • Ada evaluasi setelahnya

Sebaliknya, tanpa perencanaan matang, study tour memang berpotensi berubah menjadi sekadar ajang jalan-jalan.

Peran Sekolah dan Orang Tua Sangat Penting

Agar study tour benar-benar memberi manfaat:

  • Sekolah perlu merancang kegiatan dengan konsep pembelajaran yang jelas
  • Guru berperan sebagai pembimbing, bukan hanya pengawas
  • Orang tua sebaiknya memahami tujuan kegiatan, bukan hanya fokus pada biaya atau destinasi

Dengan kolaborasi ini, study tour tidak hanya menyenangkan, tetapi juga berdampak positif bagi perkembangan siswa.

Kesimpulan

Study tour bukan sekadar tradisi tahunan atau kegiatan rekreasi terselubung. Jika dilaksanakan dengan konsep yang tepat, study tour memiliki banyak manfaat bagi siswa, mulai dari pemahaman materi, pembentukan karakter, hingga pengembangan sosial.

Namun, jika dilakukan tanpa arah dan evaluasi, wajar jika study tour dianggap hanya sebagai jalan-jalan. Oleh karena itu, yang perlu dibenahi bukan keberadaan study tour-nya, melainkan cara pelaksanaannya.

Belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Terkadang, pelajaran paling berkesan justru datang dari pengalaman langsung di luar sekolah.